pengen pulang

Tuesday, February 1, 2011

Dilema anak yang sudah jadi istri orang, ketika si anak pengen pulang ketemu ibunya, si suami bilang "jangan sekarang yaa". kalo sudah begitu saya cuma bisa berharap semoga ketaatan ini bisa membawa saya dan ibu saya ke surga-Nya, juga suami saya.

saya bukannya lelah menjadi istri, bukan pula lelah mengurus anak apalagi bosan hidup dengan suami. saya cuma kangen ibu, itu saja.

ya sudahlah, semoga kesabaran ini berbuah kebaikan di sisi Allah.

Ya Allah apabila kepulangan saya ke rumah ibu membawa kebaikan, ijinkan saya pulang. saya pengen ketemu ibu. kangen berat padanya.

bdw, pulangnya anak yang uda jadi istri orang itu kemana ya, kerumah ibunya ato kerumah suaminya?

Read more...

see the gynecologist: delayed

Thursday, February 25, 2010

This morning I was so excited, because today we planned to go see the gynecologist. We wanted to make sure that the fetus in my tummy is really exist. Then we went to a hospital which is the best hospital (said the citizen) in this town (I also checked it on the internet, and it said the same way).

We arrived there @ 12.30 am because the day before the cs told us that the gynecologist would be available @ 1.30 pm. It turned us so unpleasant as we had to waited for the gynecologist for almost 2 hours, even after the mean time the gynecologist hadn’t come yet. Errrghhh.. Then we decided just to went home at 2.30 pm, because jagoan would be on duty @ 3 pm. We went home without any kind of result. Without any kind of good news. So sad.

Hopefully tomorrow we’ll find a better clinic, a better gynecologist and a better service..

Miss jogja so much.. which won’t make me waiting too long just to see the gynecologist..




Read more...

Can’t take my eyes of my testpack

Sunday, February 21, 2010

Can’t take my eyes of my testpack. This early in the morning I went to the bathroom with a testpack, I checked my urine, because I was so curious why my "monthly guest" was not coming yet. Then I really really surprised because the result was not like a couple of days before. It was my 4th testpack and it showed 2 lines, hoho know what I mean guys? I’ve been waiting that line for so long, actually it can’t counted too long, it’s about 2 months ^woww.. 4 testpacks in 2 months, how obsessive i am, hahahah^, but it felt years. Then, it turned me so pleasant. Weewww. That’s so amazing. There’s a fetus inside of me, even she or he is still a couple of weeks old, but she or he seems so real, yes he or she is real. Just like a dream, I’m gonna have a baby. Somebody’s gonna call me mama. Somebody will always need me. Thank’s god for the gift, the very best gift. Alhamdulillah. Subhanallah.

Since that moment, I can't take my eyes of my testpack..

We're gonna go to the doctor tomorrow, insyaallah..



Read more...

buku kertas vs buku elektronik

Thursday, February 18, 2010

Perbedaan baca buku yang terbuat dari kertas ^selanjutnya kita sebut buku kertas^ dan baca buku elektronik ^selanjutnya kita sebut e-book aja ya biar pendek, hehe^:

  1. Chemistry-nya beda
  2. Baca e-book membuat mata jadi lebih cepet lelah ketimbang baca buku kertas
  3. Ketika membaca e-book dan kemudian terinspirasi untuk membuat tulisan, godaan buat meng-copast begitu besar. Sedangkan kalo kita baca buku kertas dan ingin membuat tulisan, ga mungkin kan kalo kita nulisnya persis kaya yang ada di buku? ^cape aja mesti nyalin tulisan persis gitu, kaya jaman sd aja, cbsa, catet buku sampe abis, hehe^. Kita hanya akan mengambil intinya, ditambahi dari referensi lain lalu mengembangkannya dengan bahasa sendiri. Jelaslah yang kaya gini lebih baik dari segi apapun. It lets the brain do work.
  4. Dengan membaca buku kertas kita akan menghemat listrik
  5. Membaca buku kertas bisa mengurangi sakit punggung akibat duduk terlalu lama, meski sebenernya baca sambil tiduran ga bagus juga buat mata
  6. Membaca buku kertas melatih ketrampilan jari2 kita saat harus membuka halaman, selain hal itu juga akan mendorong kita untuk menulis dengan bolpen ketika akan mencatat gagasan. Menulis dengan bolpen dapat melatih koordinasi otak dengan gerakan tangan

That’s it, sayangnya hanya sedikit buku yang bisa didapatkan secara Cuma2, sementara e-book kalo pinter nyarinya banyak yang free-downloaded. ^Dasar ga mo rugi^.




Read more...

duniaku lain duniamu

Dilihat dari segi fisiologis, perempuan memang berbeda dari laki-laki. Sebut saja otot lelaki lebih kuat daripada milik wanita, jumlah eritrosit laki-laki lebih banyak daripada perempuan, kadar haemoglobin wanita lebih rendah dibanding lelaki, tulang lelaki lebih besar daripada tulang perempuan, laki-laki tidak punya siklus haid yang menyebabkannya merasakan gangguan masa haid setiap bulannya dan masih banyak lagi kelebihan fisik laki-laki dibanding perempuan.

Apakah Tuhan tidak adil menciptakan perbedaan ini? Justru sangat adil. Dengan adanya perbedaan ini, laki-laki dan perempuan memiliki tanggung jawab dan kemampuan yang saling melengkapi. Perbedaan ini memungkinkan suatu pekerjaan hanya dapat dilakukan oleh laki-laki maupun sebaliknya. Laki-laki boleh saja lebih kuat mengangkat beban yang lebih berat karena kekuatan otot dan tulangnya, tapi apakah seorang laki-laki akan bisa sekuat perempuan yang membawa beban berat di perutnya selama kurang lebih sembilan bulan? Apakah laki-laki akan sekuat perempuan menghadapai saat-saat melahirkan? Apakah laki-laki akan setabah perempuan menjalani masa-masa menyusui dan merawat bayi yang masih berusia bulanan? belom lagi kalo ada yang perempuan yang mengalami baby blues syndrom, ga kebayang kalo laki-laki yang ngalamin.

Laki-laki boleh saja “menang” dalam hal rasionalitas dan kemampuan logistik (logika), tapi apakah mereka setelaten perempuan menghadapi permasalahan yang memerlukan ketelatenan tingkat tinggi? Apakah mereka memperhatikan detail seperti yang perempuan sering lakukan? Apakah mereka sanggup mengerjakan multi-tasking?

Adanya perbedaan kodrati ini semoga tidak menjadikan kita salah dalam memaknai arti emansipasi. Tidak menjadikan kita ngotot bahwa perempuan harus selalu sama dengan laki-laki dalam hal apapun. Laki-laki dan perempuan tidak akan pernah sama sampai kapanpun, karena memang mereka secara kodrati diciptakan berbeda untuk dapat saling melengkapi. Agar dunia ini balance. Agar di tengah kerasnya hidup ini tetap ada kelembutan yang menaungi setiap rumah. Agar di tengah kisruhnya jaman ini tetap ada curahan kasih sayang seorang ibu terhadap para generasi penerus. Karena di tangan perempuan lembut, tapi tabah dan telatenlah seorang laki-laki tangguh bisa tercetak.




Read more...

  © Blogger template Writer's Blog by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP